Sabtu, 01 Oktober 2011

Sudut Kabah

Penguin berputar dalam kumparan kabut
Telentang bangun mengejar setetes anggur
Seribu bayangan putih berbaris di garis pacu
Searah batu hitam talbiyah terdengar syahdu

Dari pintu kabah sorot mata hitam menghujam
Bibir penguin mengering pasi tunduk terdiam
Berkeping-keping jiwa resah terdampar di multazam
Setipis kain putih jarak kokoh terbentang tajam

Kedua telapak tangannya menempel erat
Pada dinding dinding batu hijau berserat
Semua sudut terlewati dengan rindu berat
Bagai unta-unta tua yang melaju sekarat

Di hijir ismail penguin itu terkapar senja
Munajat dengan leher menjulang
Dan langit mencurahkan air mata
Kerinduan pada Nya makin membara


Sumber: Puisi Penguin


comments powered by Disqus
Artikel Popular